Jenis-Jenis Arang (Charcoal) dan Arang Briket (Briquettes)

Dalam memenuhi pasar ekspor dunia, pada umumnya produsen dan exportir Indonesia memasarkan 4 jenis arang dan arang briket, yang bahan dasarnya merupakan produk agriculture atau kehutanan (non-batubara), yaitu:

  • Arang Tempurung Kelapa

  • Arang Kayu

  • Arang Briket Serbuk Gergaji/Serbu Kayu (Bentuk Hexagonal)

  • Arang Briket Kelapa (Bentuk Pillow, Cube, Finger)

Pada artikel kali ini, Cocologi akan menjelaskan secara singkat dan simple mengenai jenis-jenis arang ini.


  • Arang Tempurung Kelapa (Coconut Shell Charcoal)

Untuk arang yang satu ini, pasti sudah sering teman-teman gunakan untuk bahan pembakaran sate, ataupun makanan bakar-bakaran lainnya. Sering juga disebut sebagai Arang Batok Kelapa, Natural Shell Charcoal , dan Coconuts Shell Charcoal . Setelah tempurung-tempurung kelapanya dikumpulkan, sisa-sisa daging kelapa dan serabutnya dipisahkan sampai sebersih mungkin. Setelah itu dilanjutkan dengan proses pengarangan yang lamanya bervariasi sesuai dengan kualitas tempurung, target spesifikasi dan kapasitas tungku pembakaran.


Arang tempurung kelapa ini memiliki nilai keekonomisan yang sangat baik, karena bisa memanfaatkan limbah tempurung kelapa untuk dimanfaatkan menjadi bahan baku pembakaran ataupun bahan dasar karbon aktif seperti diproses penjernihan air dan kosmetik. Tidak jarang, customer dari luar negri meminta dalam bentuk natural seperti ini.

  • Arang Kayu (Hardwood Charcoal )

Arang Kayu atau Wood Charcoal, mungkin di Indonesia sendiri jarang digunakan jika dibandingkan dengan arang tempurung kelapa. Untuk jenis-jenis kayu keras (hardwood) yang bisa digunakan untuk arang kayupun beragam. Ada yang dari kayu Mahoni, kayu Cocoa, kayu pohon Asem, dan lain-lain. Manakah yang terbaik? Itu tergantung dari spesifikasi yang dimiliki customer atau buyer. Seberapa banyak kadar airnya (tingkat kekeringan), kalori, dan kekerasan dari masing-masing kayu yang akan mereka gunakan, dan apakah sudah memenuhi kebutuhan end-users (pemakai/pembeli terakhir) dan juga cost mereka.


  • Arang Briket Serbuk Kayu/Serbuk Gergaji (Sawdust Charcoal Briquette)

Untuk briket jenis ini, sesuai dengan namanya, terbentuk dari bahan baku serbuk gergaji atau serbuk kayu. Bahan baku ini banyak didapat dari sisa-sisa atau limbah kerajinan kayu. Untuk harga yang lebih ekonomis, terkadang bahan serbu gergaji (sawdust) ini akan dicampurkan dengan tempurung kelapa. Walaupun banyak juga permintaan dari luar negri untuk briket sawdust dengan bahan alami 100% serbuk kayu.


Proses pembuatannyapun terbilang tidak rumit, karena setelah didapatkannya bahan serbuk atau dihancurkannya batang kayu dengan mesin penghancur, akan dilakukan pengayakan. Ditahap ini bertujuan agar serbuk kayu yang didapat lebih halus, sehingga ketika dilakukannya proses pencampuran media perekat (jika dibutuhkan) dan proses pencetakan briket, akan didapat hasil yang padat dan rapih.


Dengan perbandingan cost-performance yang sangat baik, beriket serbuk gergaji ini memiliki demand yang sangat tinggi. Dilain sisi, untuk sisi supply, dikarenakan banyaknya permintaan serbuk kayu untuk industri lain seperti pupuk (pertanian) dan pembangkit tenaga listrik (energi biomasa), sering sekali terjadi distrupsi pasokan rantai bahan baku mentah serbuk gergaji ini.


  • Arang Briket Kelapa (Coconuts Charcoal Briquette)

Nah untuk arang briket kelapa ini, proses pembuatannya kurang lebih sama seperti arang briket serbuk gergaji. Tetapi ditahap akhir akan ada proses oven (pengeringan), dengan suhu mencapai kurang lebih 650 derajat celcius. Untuk kualitas dari arang briket ini, biasanya terbagi menjadi dua sesuai dengan kebutuhannya. Pada umumnya, briket dengan bentuk bantal (pillow) digunakan dalam pembakaran barbeque, dan untuk yang berbentuk kubus (cube) digunakan untuk shisha.


Semoga bermanfaat!



11 views0 comments

Recent Posts

See All